Beberapa puisi waktu jaman labil. Waktu baca sekarang. kok rada serem yak -_-
Sebegitu terobsesi sama satu tokoh..fufufu
yaa gpplah aku cantumin ke blog..wong nga ada yang liat juga..
uno:
Sekali lagi aku memujamu lelakiku…
malam ini…mungkin malam berikutnya
tahukah desirnya angin tak mampu meredam bara cemburuku
dinginnya air tak jua hapus setiap untai senyum yang kau tunda
kata yang ada didunia tak sanggup menggantikan debaran yang kututup rapi
lalu…haruskah kukatakan bahwa kaulah itu…
orang yang kujanjikan surga
lelaki yang padanya kuserahkan khayalan
pangeran yang merebut hidupku tuk pertama kali
satu-satunya racun terpahit di sela diri
atau…harus kutunggu…sampai kau tak diam lagi?
dos:
Uraian ini untuk rasa marah..urusan hati berontak sesatkan..
jika kau inginku..mengapa reda hujan tak menyapa...uraian ini buat sang rindu..
ketamakan untuk memiliki..
seorang yang kucintai kekurangannya..
hipotesa munafik tiada arti!
Rasa ini yang punya tempat.
Langganan:
Komentar (Atom)
