Surga
Tersembunyi di Pulau Rempah
(Impian
dari Pemimpi Senja)
Pemandangan pasir putih dengan gulungan ombak yang menenangkan. Hanya memakai kaus dan celana pendek sambil bertelanjang kaki menyusuri. Ahhh nikmatnya hidup!
Selain terkenal dengan alamnya yang luar biasa indah,
Halmahera Barat juga erat dengan ritual adat yang unik. Karena saya pencinta
alam dan budaya Indonesia, maka wajib datang ke Teluk Jailolo. Hmm, bila saya boleh berkunjung ke Halmahera,
pastinya satu minggu terasa cepat.
Pada
tanggal 13 Mei, saya sudah sampai di Jailolo. Saya ingin mencoba snorkeling dulu
di laut yang indah ini sambil menikmati sunrise.
Kali-kali saja bisa mendapat foto menawan untuk buku perjalanan saya. Berkenalan
dengan penduduk lokal sambil memperhatikan keseharian mereka. Wahh bisa jadi
bahan buku saya ini.
Tanggal
15 Mei dan 16 Mei, saya ingin ikut menanam terumbu karang di Teluk Jailolo.
Sambil memotret keseharian masyarakat lokal. Selain Teluk Jailolo, banyak
wisata bahari lain seperti Pantai Disa, Pantai Gamsungi, Pantai Bataka, Pantai Tobaol dan
lainnya. Saya tidak sabar untuk snorkeling dan diving di Teluk jailolo. Panorama bawah laut seperti hard dan soft coral di
Teluk Jailolo ini memang sangat indah. Saat berada di permukaan laut, juga akan
menikmati panorama alam yang tak kalah indahnya, seperti Gunung Gamalama di
Pulau Ternate yang puncaknya mengeluarkan asap putih.
Lalu
keesokan harinya, mulailah saya mengikuti acara perdana dari festival ini. Salah
satu acara dalam festival adalah Upacara Bersih Laut. Upacara ini menjadi
pembuka dari serangkaian acara Festival Teluk Jailolo. Ritual adat khas
masyarakat Jailolo ini dengan cara memberi seserahan kepada alam, khususnya
laut demi kelancaran dari acara yang diadakan seminggu ini. Dengan melibatkan
Kesultanan Jailolo disertai iringan kapal yang dihiasi ornamen khas Jailolo,
semakin menyemarakkan suasana. Setelah menabur seserahan dan berdoa, saya dan
rombongan menuju Pulau Buabua untuk memberi persembahan terakhir. Kemudian saya akan memanjakan lidah dan
perut dalam acara bakar ikan dengan sajian khas Jailolo yang nikmat. Lupakan
semua diet atau masalah kantor. Yang penting makaaannn…. Kemudian dilanjutkan
dengan Horom Sasadu. Nah, kita berkumpul di sebuah rumah adat asli Halmahera
yang bernama Sasadu. Didalam Sasadu, kita selain makan juga belajar kearifan
masyarakat lokal.
Pada 18 Mei, saya akan mengikuti napak tilas
sejarah Jailolo. Halmahera memang terkenal sebagai surge rempah-rempah. Nah,
nantinya di Festival Teluk jailolo, saya juga akan mendapat pengalaman langsung
menjadi petani rempah. Dan uniknya, para pengunjung aka mengalami sensasi
mengunyah bunga cengkeh kering. Jadi penasaran gimana rasanya?
Puncak dari acara (19/04) yang pastinya paling
ditunggu-tunggu adalah….Cabaret on The Sea. Kemegahan kabaret di laut pertama
di dunia ini dengan bangga ada di Indonesia! Cabaret on The Sea berisi seni
pertunjukan kontemporer dengan menyatukan tarian dan musik tradisional, drama
dan koreografi yang bersumber dari kebudayaan penduduk Jailolo. Saya juga akan ikut Parade rempah-rempah.
Dari cerita-cerita dan foto, Saya tidak sabar untuk terpesona dengan festival spektakuler ini. God Answer Me....
Dari cerita-cerita dan foto, Saya tidak sabar untuk terpesona dengan festival spektakuler ini. God Answer Me....


0 komentar:
Posting Komentar